MIRACLE AWAL RAMADHAN

Sabtu 23 September 2006 adalah salah satu moment teramat penting dalam bisnis saya.
Karena pada hari itu saya diundang Pak Haji, yang di TDA memegang hierarki tertinggi, karena berkat beliaulah muncul gagasan dari P.roNI dkk untuk membentuk forum TDA. Dan sesungguhnya sosok yang sering disebut-sebut dalam postingan2 awal saya bergabung dengan TDA pada akhir maret 2006 inilah yang begitu menyita perhatian saya, meski terusterang awalnya saya tidak begitu yakin bahwa sosok dan pemikiran beliau bener2 seperti yang digambarkan.

Masih ada tanda tanya besar dan saya anggap itu hanyalah kalimat2 hiperbolik saja yang terlalu melebih-lebihkan apa yang sesungguhnya biasa2 saja.
Namun setelah saya bertemu dan bertatap muka langsung dengan beliau pertama kali ketika Tour de Mall tanah abang bersama Masbukhin dan P.roNI, keraguan2 saya langsung sirna, karena kharisma beliau yang besar, dan tidak perlu berkata-kata panjang lebarpun saya langsung berikrar bahwa saya kan berguru kepada orang ini….
Saya ajak beliau ngobrol, saya minta nomor HP-nya dan setiap ada moment2 yang saya perlu dukungan moril maka saya telepon beliau.

Hampir setiap kali saya telepon saya menangkap kesan bahwa dia sama sekali tidak mengenal saya, namun saya tahu beliau berusaha agar saya tidak merasa jengah karena tidak beliau kenali.

Sebenrnya saya maklum, karena sesungguhnya nama2 orang penting dan hebat yang harus beliau ingat2 mungkin mencapai ribuan orang, jadi kalau setiap kali menelepon beliau tidak ingat saya saya sungguh faham…

Dari mulai buka toko pertama, kedua,ketiga dan keempat saya selalu meminta doa restu beliau karena menurut saya doa beliau yang beberapa detik mungkin lebih hebat dari doa permohonan saya yang berjam-jam karena derajat kedekatan dengan Allah yang masih berbeda jauh.
Nafsu duniawi sering masih lebih mendominasi dalam langkah bisnis saya daripada orientasi akhirat, inilah yang membuat saya selalu memohon bantuan beliau untuk ikut mendoakan, dan saya berharap serta berusaha agar ketularan pemikirannya yang sudah mendarah daging bahwa akhirat adalah destinasi utamanya…
Meskipun nomor HP saya tidak akan pernah beliau catat, namun saya akan terus menyimpan HP-nya.

Meskipun tidak ingat siapa saya, namun saya akan tetap menganggap beliau sebagai sahabat.
Meskpiun tidak pernah mengangkat saya sebagai murid,namun saya tetap anggap beliau adalah guru saya…
Semua produk2 baju muslim beliau saya ambil..saya jadikan media untuk belajar, kalau tidak laku bukan salah barangnya tapi kita yang harus lebih giat berusaha, hingga akhirnya hubungan istri saya dengan Ibu dari P.Haji ini cukup akrab.

Oya toko busana muslim wanita beliau yang sering menunggu adalah ibunya, namanya belum saya ketahui sampai saat ini namun oleh istri saya beliau seperti sudah dianggap ibu sendiri, karena istri saya setiap kali ke tanah abang selalu menyempatkan datang ke beliau meski bukan datang untuk berbelanja.

Rupanya ini menjadi perhatian sanga Ibu, dan belakangan setiap istri saya belanja maka sang Ibu sering memberi harga yang membuat karyawannya geleng-geleng kepala tidak percaya… belanja kami sebenernya tidak banyak karena masih terbatasnya modal kami, dan itulah yang membuat kami sendiri heran kenapa menurut karyawannya diskon ke kami sering melebihi Pelanggannya yang berbelanja dengan nominal puluhan kali lipat.

Ada rahasia Allah yang tersembunyi disini…itu yang sering kami renungkan…
Sering kami bayangkan suatu saat nanti di toko saya ada barang dari beliau yang dititipkan sehingga akan membantu permodalan kami. Karena dengan modal yang paspasan maka yang bisa kita jual sangat terbatas dan bagi para investor modal kami hanyalah promosi kejujuran dan keakurasian data, karena promosi bagi hasil tidak bisa kami janjikan.

Pada saat acara talkshow dengan P.Haji yang diadakan di hotel Bidakara tgl 9 september 2006 yang lalu, pertemuan dengan P.Haji lah yang menjadi 7an saya (gambar diatas adalah gambar yang diambil di hotel bidakara tgl 9 september 2006).

Target utama saya hanyalah ingin minta doa restu karena saya telah melakukan tindakan “GRUSA-GRUSU” alias “NEKAD” menyewa tempat 25 juta setahun, yang menurut saya amat besar karena angka itu kalau dikalkulasi dari uang yang bisa saya sisihkan dari gaji bisa2 merupakan akumulasi angka lebih dari 2 tahun bekerja.

Anda tentu mahfum dengan gaji 5juta sebulan pun, anda yang sudah punya anak dan punya berbagai tanggungan kadang cukup sulit untuk menabung 500ribu sebulan, dan kadang sebelum tanggal gajian tiba, gajian bulan lalu hanya tinggal beberapa lembar di dompet kita.
Ketika hal itu saya sampaikan kepada P.Haji seusai acara talkshow saya mendapat dukungan moril yang bener2 adem di hati saya.
“Teruslah berjuang, kalau tidak berani seperti itu kapan umat Islam akan cepat maju.?” Kata beliau

“Jangan takut, dan suatu saat nanti saya akan datang dan melihat langsung tempat anda di daerah” inilah kata2 magis yang membuat semangatku makin membara…beliau sudah mulai mengenalku..kataku dalam hati.
Atau kata2 ini juga selalu diucapkan kepada semua orang yang memohon nasehat beliau..? Wallahu A’lam yang jelas ada dukungan moril itu sudah saya dapatkan.

Saya telepon adik saya “Dik, kelak P.Haji akan datang ketempat kita” dan jawaban adikku diujung sana juga terdengar gembira..
“Kalau itu memang benar, alangkah beruntungnya kita...tapi apa yang mungkin, bisnisnya saja sudah merambah ke Malaysia,Singapura,China membuka pasar besar di Batam…tapi kita optimis saja, siapa tahu memang itu jalan kita ” kataku dalam hati.

Setelah beberapa hari saya melupakan pertemuan di talkshow itu, Juma’at pagi tanggal 22 Sept 2006 istri saya yang sedang di tanah abang yang kebetulan sedang belanja ditempat P.Haji menelepon saya,
“Pak, saya sedang di tanah abang dan kebetulan saya ketemu P.Haji, mau ngomong nggak nih…”
“Ngomong apa ya..?” kataku, “Okelah saya bicara sebentar..”
Setelah basa-basi sebentar saya berkata ke P.Haji
”Pak Haji, toko saya kan masih baru dikampung, maka omset kami tersedot untuk sewa tempat, jadi kalau boleh saya minta diskon spesial lagi Pak” hehehe...sebenernya saya malu mengatakan ini, tapi saya lebih seneng jujur kok..dan emang urat malu-ku sudah hilang..
”Insya Allah saya akan berikan harga lebih spesial lagi” katanya...
”Alhamdulillah Pak..mohon doa restunya P.Haji” itulah yang selalu rutin aku ucapkan, dan hampir selalu beliau jawab ”Amin ya Allah...”

Hari Jumat saya pulang dari kerja dan waktunya berbarengan dengan istriku yang kecapean pulang dari tanah abang...emang hebat dia, istriku, ibu tangga yang tadinya paling takut kemana-mana sekarang sudah lincah. Tanah abang seperti halaman sendiri, dan ke bandung sendirian naik bis sudah menjadi hal yang biasa...saya saja belum pernah lho ke bandung sendirian..apalagi naik bis.

Begitu bertemu muka, yang pertama dia katakan kepadaku ”Pak tadi belanja di P.Haji kurang 2 juta dan aku masih utang, saya pikir tidak boleh ternyata P.Haji baik banget malah bayarnya boleh kapan saja, tidak harus besok”
”Ah..malu-maluin aja, mendingan ditinggal dulu yang belum bayar besok sabtu kita ambil” kataku

”Orang P.Haji-nya nggak apa2 malah Bapak besok disuruh kesana ketemu P.Haji”
”Hah..serius? ngapain ya...” jawabku tidak percaya
”Nggak tahu mungkin mau dikasih ilmu2 bisnis, datang saja besok sama anak2...”
”Ya..saya nggak akan menolak undangan seperti ini” kataku

Akhirnya hari sabtu saya pergi ke tanah abang, dan saya terpaksa membatalkan beberapa agenda yakni berkunjung ke bazar TDA di ITAAF Kemayoran dan undangan ke acara-nya P.Eko Junaedi kepala suku TDA Bekasi.

Pertemuan saya dengan P.Haji siang itu begitu penuh perjuangan, karena rupanya besok mulai puasa orang2 nyempatin belanja sekarang akibatnya dan cari parkir di tanah abang begitu sulit hingga akhirnya setelah 1 jam lebih muter2 nemu juga parkiran di lantai 11 PGMTA Blok A..ditambah muacet banget semua akses jalan ke tanah abang dan yang biasanya saya tempuh 45 menit sekarang makan waktu 3 jam.

Bersama ketiga anak saya, tangan satu membopong anak, tangan satu membawa tas besar isi pakean ganti anak2 dan termos susu dan berjalan berdesak-desakan dari blok ke blok merupakan kenikmatan tersendiri...panas,keringat,anak nangis,lift selalu penuh,adalah tambahan bumbu sedap berikutnya.

Tapi semua kelelahan itu sirna setelah bertatap muka dengan P.Haji yang menyambut kami dengan senyum karena melihat saya membopong Ica yang gendut dan membawa tas besar perbekalan...acarannya ngobrol santai...dan diujung obrolan itu ada kalimat yang membuat saya dan istri saya saling berpandangan...tidak percaya

”Adik boleh ambil berapapun barang P.Haji dan nanti bayarnya mingguan aja misalnya, dan itupun setelah ada transaksi” rasanya tidak percaya mendengarnya...
Belum sempat saya mengklarifikasi apa yang saya dengar, beliau menembahkan lagi, ”Untuk awalnnya ambil saja barang dari P.Haji mana yang kira2 paling laku sebanyak 20jutaan dulu nanti bisa ditambah kapan saja setelah trend-nya kelihatan”
”Ah yang bener P.Haji” kata saya...(tiba2 saya ingat tokoh ”Saprol” di sinetron ”Kiamat sudah dekat” yang fasih banget memanggil ”Pak Haji” kepada dedi mizwar..hehehe...)

Begitulah tambahan miracle di awal ramadhan ini...saya boleh ambil barang P.Haji apa saja dan ditoko mana saja nanti bayarnya setelah laku...
Saya merasa bahwa saya sangat diistimewakan siang itu, karena saya diajak keliling leh salah satu karyawan P.Haji ke beberapa toko2 besarnya dan menyilahkan mau ambil barang apa saja bebas...

Di musholla kecil di tanah abang saya bersujud syukur...ada orang datang meminjam uang 500ribu aja saya masih merasa berat ini kok ada orang yang tidak tahu latar belakangku meminjamkan uang puluhan juta tanpa saya minta..? (walau sejujurnya saya mengharapkannya..)

Akhirnya tahap pertama saya hanya berani mengambil dagangan sebesar 15an juta, meski P.Haji menawarkan untuk menambah lagi item2 yang lain saya menolak karena takut nanti kebanyakan..
”Ntar saja pak haji, tahap kedua setelah ini bagus pasarannya saya ambil lebih besar lagi..” nah luh..masih ada pesimisnya kan..?

Akhirnya dengan kesulitan yang lebih tinggi, kami berhasil pulang dan keluar dari tanah abang yang jam 4 sore merupakan surganya kemacetan, kami antree dan berhasil keluar dari PGMTA setelah berjuang 1jam lebih , namun karena ada perasaan bahagia, kemacetan itu tidak ada pengaruhnya ke perasaan kami...

Oya, lagi2 ada miracle, yakni ada kesempatan kecil yang lolos dari keberuntungan kami.
Tadi sebelum pulang, P.Haji menawarkan agar saya ambil juga mukena2nya yang ”sangat bagus” menurut istri saya, tapi karena harganya cukup tinggi berkisar dari 275ribu samapai 1.3 jutaan per Potong, dengan halus saya tolak...karena saya takut tidak bisa menjualnya dan nggak enak dangan P.Haji.

”Bawa saja 10 atau 20 potong, ini asli buatan tangan perajin di padang lho..” kata P.Haji.
Namun karena kami kurang pede dengan harganya, akhirnya P.Haji dengan tersenyum berkata ”Nanti-nanti juga nggak apa2, cari pelanggannya dulu saja, nanti pasti ada yang mau beli”
Belakangan setelah lepas dari kemacetan parah di tanah abang, dan jalan mulai lega,HP ku berdering dari adikku Yoyok di kampung, yang meminta agar aku mencarikan 5 mukena yang mewah, karena ada orang kaya yang pesen 5 sekaligus.
”Yang harganya 500 sampai sejuta mau..?” tantangku...
”Nggak apa2 syukur2 ada 1 yang diatas sejuta, karena ini pesenan mau buat keluarga yang akan digunakan untuk mas kawin....” katanya..

Aku tersenyum kecut, karena tadi ditawarin nggak mau malah sekarang ada yang pesen, untuk balik lagi nggak mungkin karena sudah jam 5an, terpaksa istriku balik lagi deh minggu depan....
Apakah anda merasakan ”kebetulan” ini..? yah...feeling atau intuisi dari P.Haji ini memang hebat...saya mengaku kalah...
Toko kami yang baru, besar tapi kosong melompong mulai minggu depan akan mulai terisi oleh investor baru yang tidak tanggung-tanggung, dialah sesepuh TDA.

Saya yakin beliau tidak pernah baca email atau boro2 baca blog saya tapi kok begitu saja percaya kepada saya yang baru memulai binis 4 bulan 7 hari..?
Atau ada rekan TDA yang diam2 merekomendasikan saya kepada beliau..? kalau ada siapapun anda saya mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga..
Keajaiban2 didunia bisnis masih terus berlangsung.....besok,minggu depan,tahun depan,5tahun lagi, keajaiban2 apa lagi yang akan muncul..?

Dari sepenggal kisah pengalaman saya ini apakah ada yang bisa anda petik manfaat atau hikmahnya..?

Ternyata bener kata2 mutiara ”Take Action & Miracle Will Happen...”
Kalau tidak salah saya pernah baca ini di emailnya P.roNI..bener nggak ya..?

Salam Dahsyat & Super Fuuntastic
Hadi Kuntoro
www.hadikuntoro.blogspot.com

Tidak ada komentar: