AKHIRNYA SANG SUFI TURUN GUNUNG-I

Nama Aslinya Handoko. Beliau kakak kelas saya 2 tingkat, tapi dia akrab sekali sejak saya SMA kelas 2.

Ibu saya dan dia sama2 unik, karena keduanya punya penyakit yg susah sembuh. Ibu saya mengidap asma, ibu Handoko mengidap flu tulang di kaki jadi kalo jalan salah satu kaki agak diseret (subhanallah..).

Saya dan Handoko merasa Ibu-Ibu itu adalah sama2 ibu kami. Kalau ibu saya kesulitan uang untuk bayar sekolah, saya disuruh Ibu meminjam ke Ibu Handoko dan sebaliknya.
Awalnya karena mungkin merasa senasib ibu kami sama2 janda dengan banyak anak, dan para Ibu sering kumpul curhat.

Pertemuan itu biasanya seminggu sekali, hanya sekedar main, kadang aku yang nganter kerumah Handoko atau Handoko yang mengantar kerumah kami.
Ibu2 asyik membuat sesi ngobrol, entah apa yang di bicarakan kami nggak tertarik, hanya sesekali kadang terdengar isak tangis, ah..paling2 masalah biasa seputar kesulitan para orang tua tunggal..hehe…

Kalau di TDA acara ngobrol2 ini barangkali merupakan Group Focus spt punya-nya P.Roni...ajaib ya..jaman dulu sebenernya barangkali ibu saya sudah melakukannya...

Kami anak2nya juga membuat sessi obrolan.
Handoko anaknya pinter..mungkin macam P.Roni barangkali, karena kalau dia baca buku paling lama 3 hari rampung, dan dia bisa cerita intisari dari buku itu dengan detail. Dan dia juga dari awal paling anti TDB, terbalik dengan saya...hehe..

Handoko saya lihat nggak pernah mempelajari pelajaran sekolah, di kamarnya nggak ada buku pelajaran, kata dia kalau besok ujian baru baca buku, tapi nilainya tetap bagus, bahkan dia bisa masuk ke D3 negeri di Purwokerto, namanya UNSOED, jurusannya peternakan, dan spesialisasinya peternakan sapi.

Buku apa saja di lahap mulai dari agama,perbankan,bisnis sampai marxisme..bener2 hebat.
Kalau ngobrol saya sering nggak nyambung tapi saya seneng mendengarnya. Dia tahu aku tidak MUDHENG (hehe...) tapi tetep sajan seneng banget cerita ke saya.

”Aku kemarin baca buku2nya Alghazali dan kesimpulannya adalah, Allah Swt itu ada karena kita ada..! manurut kamu gimana Ro ...” tanya dia kepada saya (di kampung saya panggilannya Toro) di suatu sessi obrolan sore.

Mendengar pertanyaan dia aku garuk2 kepala tertawa...hehehe...aku kan masih kelas 2 SMA
”Apa hubungannya pertanyaan kamu dengan kurikulum pelajaran per-Sapi-anmu di sekolah..gak tau lah...?”jawabku.
Itu salah satu diskusi yang paling saya ingat dari dia.

Profil sebagai orang yang kreatif terlihat semenjak kecil.
Ada satu kisah menarik. Kakaknya peternak sapi dan punya sapi yang baru melahirkan. Ide kreatifnya Handoko muncul.

Pada suatu hari dia menghampiriku kerumah dan mengajak ke daerah Boyolali di Jateng, untuk mencari sapi. Aku ikut2an saja main ke pasar sapi, hingga akhirnya aku menyesal ikut..!

Kenapa...?

Karena ternyata anak cerdik ini bukan membali sapi tapi bayi sapi.! Mungkin sapi baru berumur 2 hari dia beli.

Iiiih..gila bener nih anak..! berdiri saja belum bisa...masih kecil dan akupun sanggup membopong 2ekor kalau mau, dia membeli 3 ekor dan pulangnya numpang mobil truk.
Sapi2 3 ekor itu tidak dinaikkan ke belakang tapi ikut naik di kabin..! Gile luh...

Jadi di kabin ada sopir, saya, Handoko bersama 3 ekor bayi sapi..! Ya..dipangku...
Edan...kalau ini entar mati gimana..? Jangankan makan rumput, makan dedak saja pasti belum bisa...aku menyesal ikut, karena sampai rumah baju dan celanaku bau kotoran sapi....

Belakangan saya baru tahu..ternyata dia sedang uji coba.
”Lihatlah dari sini kamu akan lihat calon Pebisnis Besar..!” katanya...

Sapi2 mungilnya itu ternyata dengan telaten di beri makan susu pake dot bayi, terus susunya diambil dari sapi kakaknya yang baru melahirkan.

Ajaib...sapi2 itu sehat semua, dan yang membuatku tercengang 5 minggu kemudian ketika bayi sapi itu sudah doyan rumput, dia jual dengan margin 200%..!

Aku ingat dia beli di Boyolali kalau plus ongkos angkut jatuhnya 120ribu per ekor, dan dia menjualnya 350ribu per ekor..! Si anak cerdik ini mengantongi keuntungan 300ribu lebih..sungguh angka yang besar di tahun 1989. Uangnya dia pake buat jalan2 ke solo dengan ku untuk survei2 peternakan dan toko obat2an sapi...

Hebat ya....tapi waktu itu aku nggak begitu tertarik...karena aku memang lebih seneng atau tepatnya di pasung pikiranku agar bisa TDB dengan gaji tinggi, dan bisa segera menolong keluarga kami. Apalagi itu hal yang diidam-idamkan ibuku hehe...

Hari berganti hari..lama sekali kami tidak pernah kontak karena dia pindah keluar kota, 5 tahun terakhir ada kontak lagi Cuma nggak pernah ngomongi bisnis, karena dia tahu aku tipe TDB murni, hingga akhirnya aku sambangi rumahnya 3 bulan yang lalu di kampung nan dingin, di pegunungan dekat Dieng...dari situlah aku tau dia sudah menjadi seorang SUFI (julukanku kepadanya) yang cukup kaya....

SAPI yang dipiaranya-nya sudah 3ratusan ekor katanya....juga dia punya bisnis2 yang lain, yang menurut saya bener merupakan impiannya 15an tahun yg lalu...

Kini impian itu datang dengan wujud yang lebih besar dari yang diharapkan....
Kenapa kata2 sapi saya tulis dengan huruf besar ”SAPI” karena sapi2 ditempat dia memang bener2 besar...bayangkan saja satu eko sapi beratnya 1 ton lebih..! Kalau puluhan atau ratusan berapa duitnya..????

Tidak Percaya..? Lihat saja gambarnya SAPI nya dan Handoko temen saya dibawah ini

Tapi ada sisi yang cukup mengusik saya setelah lama ngobrol di kolam ikan belakang rumah dia...

Dia sekarang hanya ingin menunggu kematian saja...semua yang diinginkan sudah dia dapatkan..dia nggak ingin lagi menambah2 pikiran untuk masalah duniawi.
Bahkan salah satu usaha dia, dengan enteng dia lepas setelah diskusi dengan saya. Meskipun usahanya ini omsetnya sudah ratusan juta. Usaha yang dia lepaskan yakni grosir rokok di desanya. Bisnis grosir rokok dia tutup 2 bulan yll setelah diskusi dengan saya.

”Han, tahu nggak..bahwa dari beberapa literatur yang saya baca, beberapa menyatakan rokok itu haram lho...” kataku.

”Memang bener dan saya setuju...dalam hati sudah berontak” Katanya...
Sejak diskusi itu 2 minggu kemudian grosirnya dia stop....hebat ya...

Apa yang selama ini dilakukan di dataran tinggi disana..?
Bagaimana pandangannya terhadap bisnis saat ini..?
Bagaimana dia akhirnya turun gunung mau berbisnis yang lain lagi..?

Insya Allah postingan akan ada lanjutannya.
Dan semoga dari sini salah satu MIRACLE dari Allah hadir, yang akan meng-aselerasi bisnis kami...
Semoga anda penasaran untuk mengikuti postingan berikutnya...
Tapi yang paling saya senang kalau anda mendapat inspirasi bagus dari cerita ini...

Salam FUNtassstic...!
Hadi Kuntoro
www.hadikuntoro.blogspot.com


FOTO-FOTO PERJALANAN KE PERTAPAAN SANG SUFI

Di pegunungan yang rata2 suhunya 18 derajat, inilah Handoko "Sang Sufi" Tinggal.
Matahari disana baru anget jam 09.00 dan entar jam 14.00 sudah ilang...kabut turun..tidur jam 8 malam...bener2 negeri di awan..Temenku Handoko tampak memandangi temennya yang baru terjual 22 juta, padahal 10 bulan yang lalu modalnya hanya 10.5juta. Biaya perawatan total 250rb/bulan. Untung 9 juta per sapi. Selam 10 bulan, hii...gawat juga nih keuntungannya..
Ck..ck..gede ya...di salah satu kandang yang saya kunjungi ada 80 ekor yang segede gini lho. Beratnya 1.2 ton.! Kalau pengin pergi haji tinggal jual 1 ekor sudah cukup...
Oya..di kampung biaya hidup itu kecil lho...uang 10ribu sehari aja sudah cukup...buat sekeluarga. Beras 1 kg plus tempe dan ikan asin, sayur mayur ambil dari kebun...

Lanjutan dari cerita ini bisa dilihat di Cerita berikutnya (http://hadikuntoro.blogspot.com/2007/03/akhirnya-sang-sufi-turun-gunung-ii.html)

10 komentar:

Anonim mengatakan...

Pak, ini sapi-nya jenis apa ya? Kok tampangnya beda benar sama yg disini? Gede benar ya? Btw ini lokasi daerahnya di mana?

DORIS NASUTION mengatakan...

pak hadi, subhanallah, itu sapi atau apaan pak, guede banget d...thank you for sharing ya pak, sebentar lagi bapak akan receving nih...amin..amin...salam buat mbak ami..sukses pak!

Anonim mengatakan...

Pa hadi,

What an inspiring story pa ...
Subhanallah, kekayaan Allah itu terhampar di mana-mana ...

Dan saya kaget sekali pas lihat foto-foto di blog bapak :)
Baru kali ini saya melihat sapi yang super jumbo seperti punya teman bapak.
Ruaaar biasa :)
Teguh

Anonim mengatakan...

SUNGGUH LUARRRR BIASA...
Sy jg belum pernah liat Pak, dulu jg pernah maen k boyolali dan sekitar lereng merbabu, blm pernah ktmu jg yg SEBESAR itu.
Mas Hadi, barangkali beliau berkenan, peternakan Pak Handoko td bs mnjd salah satu agenda tujuan TDA tour..
Semoga klo bisa terealisasi sy yg skr masih di Aceh bisa ikut..
Kebetulan asal sy dr daerah Magelang yg lumayan dingin jg.
Sungguh bahagia bila peluang ini bisa menolong banyak petani di kampung yang sgt memprihatinkan. ..

Wassalam
Aziz.
www.al-barokah. blogspot. com

Anonim mengatakan...

SUNGGUH LUARRRR BIASA...
Sy jg belum pernah liat Pak, dulu jg pernah maen k boyolali dan sekitar lereng merbabu, blm pernah ktmu jg yg SEBESAR itu.
Mas Hadi, barangkali beliau berkenan, peternakan Pak Handoko td bs mnjd salah satu agenda tujuan TDA tour..
Semoga klo bisa terealisasi sy yg skr masih di Aceh bisa ikut..
Kebetulan asal sy dr daerah Magelang yg lumayan dingin jg.
Sungguh bahagia bila peluang ini bisa menolong banyak petani di kampung yang sgt memprihatinkan. ..

Wassalam
Aziz.
www.al-barokah. blogspot. com

Anonim mengatakan...

Subhanallah. ..Pak Hadi.., Funtastic..ya ceritanya ya SAPI nya sungguh
Allah Maha Besar akan ciptaan-Nya. .
Saya cerita keteman kantor saya, eh beliau masih saja terngiang2
sampe2 pengen baca langsung dari blognya Pak Hadi..bener2 terinspirasi
dgn. ceritanya.

Masih teringat cerita suami saya waktu pertama kali kenal dgn. Pak Hadi
saat ikut Tour D'Mall Tanah Abang (Pak Masbukhin & Pak Roni), beliau
bilang "saya dapet kenalan orangnya baeek banget & kita ditawarin utk.
datang ke Wonosobo nanti bisa nginap di rumah Pak Hadi.." & bener, pas
saya pertama kali kenal Pak Hadi saat Pertemuan I TDA Bekasi..memang
Top Habiz..beliau ini..

Jadi, kapan nih TDA ngadain "Tour" ke daerah Jateng trus nanti kita
semua mampir ke rumahnya Pak Hadi (ijin nih Pak Hadi, tawaran itu masih
berlaku khan, nginep di rumah Pak Hadi..:) ), wah saya "ngeces" loh
lihat foto2 suasana pegunungannya apalagi ngeliat SAPI milik Pak
Handoko, baru ini saya lihat SAPI Lokal se"jumbo" itu, paling2 yang
besar Sapi Import dari Australia (Bison).

Salam Fuuntastic,
Roess

Anonim mengatakan...

Subhanallah. ..Pak Hadi.., Funtastic..ya ceritanya ya SAPI nya sungguh
Allah Maha Besar akan ciptaan-Nya. .
Saya cerita keteman kantor saya, eh beliau masih saja terngiang2
sampe2 pengen baca langsung dari blognya Pak Hadi..bener2 terinspirasi
dgn. ceritanya.

Masih teringat cerita suami saya waktu pertama kali kenal dgn. Pak Hadi
saat ikut Tour D'Mall Tanah Abang (Pak Masbukhin & Pak Roni), beliau
bilang "saya dapet kenalan orangnya baeek banget & kita ditawarin utk.
datang ke Wonosobo nanti bisa nginap di rumah Pak Hadi.." & bener, pas
saya pertama kali kenal Pak Hadi saat Pertemuan I TDA Bekasi..memang
Top Habiz..beliau ini..

Jadi, kapan nih TDA ngadain "Tour" ke daerah Jateng trus nanti kita
semua mampir ke rumahnya Pak Hadi (ijin nih Pak Hadi, tawaran itu masih
berlaku khan, nginep di rumah Pak Hadi..:) ), wah saya "ngeces" loh
lihat foto2 suasana pegunungannya apalagi ngeliat SAPI milik Pak
Handoko, baru ini saya lihat SAPI Lokal se"jumbo" itu, paling2 yang
besar Sapi Import dari Australia (Bison).

Salam Fuuntastic,
Roess

Simple Blog Simpe Thought mengatakan...

Assalamu'alaikum

DAHSYATTTT..
cuma satu kata itu aja yang bisa diucap saking takjubnya...

Ga nyangka saya sapi bisa segede itu...

Subhanallah...
Semoga Allah memberi jalan kepada kita semua supaya bisa seperti Pak Handoko.

InsyaAlloh kita semua suses Akhirat dan di dunia.

Barokallohu fiikum

Wassalamu'alaykum
ajie "tokohaba.com"

Nizar alamsyah mengatakan...

Pak Hadi, ternyata tinggal di kampung juga bisa sejahtera ya?

nizar

Anonim mengatakan...

Subhanallah...sapi ini besar sekalii...tidak kalah dengan sapi dari australia...

Mudah-mudahan informasi bibit, dan cara penggemukan bisa di share. Nantinya indonesia tidak perlu impor sapi lagi.

Wassalam.
Willy W